Usai Membawa Slovenia Juara, Dragic Memilih Pensiun

Slovenia menjadi juara EuroBasket 2017. Di final, Slovenia mengalahkan Serbia, 93-85. Tak hanya itu, mereka juga berhasil mencatat sejarah baru, yakni tak terkalahkan sejak awal hingga meraih gelar juara. Tim yang sebelumnya yang mencatat rekor yang sama adalah Lithuania di EuroBasket edisi 2003.

Slovenia benar-benar berjuang hingga titik terakhir. Sebab mereka terancam kehilangan gelar di menit-menit akhir kuarter keempat. Sebelumnya, bintang muda usia 18 tahun, Luka Doncic keluar karena cedera di pertengahan kuarter ketiga. Lalu di kuarter keempat, Dragan Dragic juga harus meninggalkan lapangan karena kram. Tetapi di dua menit terakhir, Klemen Prepelic dan Anthony Randolph melakukan tembakan yang sangat menentukan kemenangan Slovenia.

Berkaca dari catatan statistik, kedua tim sama-sama tampil luar biasa. Hanya saja, bigman Slovenia, Anthony Randolph dan Gasper Vidmar masing-masing melakukan tiga blok penting. Ini yang membuat laju Serbia sedikit terhambat.

Di laga ini, kapten Slovenia, Goran Dragic membuat penampilan luar biasa dengan 35 poin, 7 rebound, 3 asis dan 2 steal. Namun kerja kerasnya harus dibayar mahal dengan cedera di akhir laga. Penampilannya yang cemerlang membuat Dragic dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) EuroBasket 2017. Sedangkan pemain lain yang tampil dominan yaitu Klemen Prepelic (21 poin) dan Anthony Randolph (11 poin).

"Saya bermain bagus di final karena tim saya, lalu pelatih menempatkan saya pada posisi yang tepat. Saya sangat bangga dengan rekan satu tim," kata kapten Slovenia, Goran Dragic.

Sementara itu, Spanyol menduduki tempat ketiga setelah mengalahkan Rusia, 93-85. Gelar ini sekaligus menjadi gelar terakhir bagi kapten tim, Juan Carlos Navarro yang menyatakan pensiun dari laga internasional usai pertandingan. Pau dan Marc Gasol sangat perkasa. Pau mencetak 26 poin dan 10 rebound, sedangkan Marc menambahkan 25 poin.

"Saya sangat bangga tim saya yang kalah di semifinal bisa bangkit untuk mendapatkan tempat ketiga. Saya juga bangga menyelesaikan karir saya dengan sebuah medali," kata kapten Spanyol, Juan Carlos Navarro usai pertandingan.


Dibalik sebuah tim besar atau pun negara yang sedang memperjuangkan satu pertandingan tersebut, akan ada salah satu nama yang membuat mata para penonton akan tertuju pada dirinya. Usaha yang tidak membuahkan hasil sia-sia ini pun akhirnya bisa mencatat sejarah bahwa slovenia menjadi juara baru di kejuaraan Euro Basket Sesuai Pasar Taruhan yang sudah beredar di judi online tersebut.

Point guard senior Slovenia yang juga bintang Miami Heat Goran Dragic kemarin mengeluarkan statement mengejutkan. Pasca Senin dini hari kemarin (18/9) mengantar negaranya untuk kali pertama merengkuh titel EuroBasket 2017, pemain 31 tahun itu memutuskan pensiun dari tim nasional.

“Saya telah mendapat yang saya inginkan. Medali emas dan inilah waktu yang tepat untuk melakukan perpisahan,” ucap mantan pemain Houston Rockets dan Phoenix Suns tersebut dilansir Associated Press.


Dragic sepanjang karir tercatat 79 kali turun di pertandingan timnas Slovenia. Dia membukukan total 924 poin atau 11,7 point per gamenya yang sudah ia lakoni selama bergabung di dunia perbasketan.

Keputusan ini sekaligus membuat Dragic tidak akan ambil bagian untuk timnas Slovenia dalam Kualifikasi Piala Dunia FIBA 2019. Kebetulan juga, ajang tersebut berlangsung pada November bersamaan dengan NBA berlangsung.

Di EuroBasket 2017 kemarin peran Dragic masih dominan. Ia menjadi penyumbang poin terbanyak Slovenia. Torehannya adalah 22,6 point per game di sembilan laga.

Pada partai final kemarin pengalaman, kecepatan, serta ketenangan yang dia miliki menjadi kunci kemenangan Slovenia atas Serbia 93-85. Di laga puncak itu dia membukukan 35 poin.

Selain menjadi leader dalam poin, Dragic juga masih memimpin Serbia dalam assist (5,1 per game) maupun efficiency (22,0 per game). “Dia (Dragic) membawa kecepatan NBA untuk Slovenia,” ucap pelatih Serbia Aleksandar Djordjevic.

Namun demikian, Slovenia tampaknya tak perlu risau. Pasalnya, mereka  sudah mendapat sosok pengganti Dragic di skuad mereka saat ini. Pemain tersebut adalah Luka Doncic. Guard 18 tahun tersebut bisa berperan sebagai shooting guard maupun point guard sekaligus.

Sepanjang EuroBaset kemarin Doncic menggila dengan menjadi pelapis apik untuk Dragic. Bukan hanya menjadi penyumbang poin terbanyak kedua, dia juga membukukan assist dan efficiency terbaik kedua di tim Slovenia tepat di bawah Dargic. Torehannya adalah 14,3 poin, 3,6 assist, dan 18,7 efficiency.

Bahkan, untuk urusan rebound pemain yang berkarir di Liga Spanyol bersama Real Madrid itu menjadi leader dalam tim dengan membukukan 8,1 rebound per game. “Catat ucapan saya, dia (Doncic) akan menjadi salah satu pemain terbaik di dunia,” ucap Dragic akan talenta rekan setimnya tersebut.

Itulah tadi sebuah ulasan mengenai dargic dkk telah berhasil membawa slovenia juara euro basket pada tahun 2017 dan memutuskan untuk pensiun pada tahun ini juga.